Asuransi dimaksudkan untuk melindungi pemilik asuransi dari kerugian finansial yang mungkin akan terjadi secara tiba tiba. Hal ini bukan hanya akan merugikan seseorang secara finansial saja melainkan juga dalam waktu maupun psikologis bagi yang mengalami kemalangan. Oleh karena itulah asuransi ini ditawarkan bahkan diwajibkan untuk dimiliki dengan alasan perlindungan dari kemalangan yang mungkin akan terjadi tiba tiba tersebut. Meskipun demikian, masih banyak orang yang masih belum berasuransi dengan berbagai alasan dan latar belakang. Berikut adalah perbedaan antara karyawan pemilik asuransi dan bukan pemilik asuransi saat terjadi sebuah musibah atau kemalangan di lingkungan kerja.

Kecelakaan Kerja

Saat terjadi kecelakaan kerja, ada perbedaan antara karyawan pemilik asuransi dan bukan pemilik asuransi yang besar dalam hal penanganan. Perusahaan tentu saja akan membantu, namun pastinya akan terbatas mengingat dana yang dimiliki juga akan sangat terbatas tanpa keberadaan asuransi yang dimiliki oleh karyawan tersebut. Apalagi jika kecelakaan tersebut disebabkan karena human error.

Bagi pemilik asuransi sebagai perbedaan antara karyawan pemilik asuransi dan bukan pemilik asuransi akan lebih mudah jika terjadi hal seperti kecelakaan kerja. Pihak asuransi sudah memiliki rumah sakit atau bantuan medis rujukan yang dijadikan sebagai partner. Dengan demikian akan menghemat waktu bagi karyawan yang mengalami kecelakaan tersebut juga menghemat biaya pengobatan serta pemulihan karena telah diatur dan dijamin oleh pihak asuransi.

Gangguan Kesehatan

Hal yang sama juga terjadi ketika ada gangguan kesehatan yang menimpa seorang karyawan. Perbedaan antara karyawan pemilik asuransi dan bukan pemilik asuransi yang paling utama adalah tentu saja jaminan kesehatan yang dimiliki oleh karyaan tersebut sehingga karyawan tersebut memiliki akses kesehatan yang lebih baik. Karyawan akan mendapatkan rujukan ke rumah sakit yang telah disepakati dan biaya pengobatan hingga pemulihan juga akan terbantu oleh perusahaan tempat dimana karyawan tersebut memiliki perlindungan.

Hal ini tentu saja berbeda bagi karyawan yang sama sekali tidak memiliki asuransi untuk mengatasi hal hal semacam gangguan kesehatan baik yang ebrat maupun yang ringan. Memang, mungkin perusahaan akan memberikan tunjangan, namun apakah akan cukup? Karyawan tersebut harus mencari sendiri rumah sakit atau pelayanan medis untuk mendapatkan pelayanan kesehatan serta membayar segala tagihannya sendiri.

Pensiun

Masa pensiun menjadi perbedaan antara karyawan pemilik asuransi dan bukan pemilik asuransi yang juga akan terlihat jelas. Masa pensiun adalah masa dimana anda bisa menikmati kehidupan anda serta memetik hasil yang telah anda usahakan sepanjang masa produktif anda. Perusahaan asuransi membantu perusahaan tempat karyawan tersebut bekerja untuk tetap berada dalam kesejahteraaan dengan produk dana asuransi. Hal ini dimaksudkan agar karyawan tersebut juga mempersiapkan masa pensiunnya sehingga kesejahteraannya terjaga.

Baca Juga : Alasan Karyawan Juga Boleh Memiliki Asuransi Perlindungan Harta Benda Sebagai Rider atau Asuransi Tambahan

Perbedaan antara karyawan pemilik asuransi dan bukan pemilik asuransi saat masa pensiun datang adalah pada strategi menghadapinya. Karyawan yang tidak memiliki asuransi harus mengandalkan tabungannya atau akan lebih baik jika karyawan tersebut melakukan investasi. Jikalau karyawan tersebut melakukan investasi, itu bisa berarti saat masa pensiun tiba, karyawan tersebut masih bekerja untuk mengawasi atau setidaknya menumbuhkan investasinya tersebut agar selalu berkembang. Bagi beberapa orang yang menginginkan untuk tetap bekerja di saat usia pensiun, hal ini menjadi sebuah kewajaran. Namun bagi mereka yang ingin sedikit lebih bersantai di masa pensiunnya, bisa mengandalkan perusahaan asuransi untuk berinvestasi bahkan sebelum masa pensiun datang.

Related Post

Written by 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *