Asuransi memiliki berbagai manfaat yang bisa digunakan dan dimanfaatkan oleh karyawan atau pekerja. Namun bukan berarti hal tersebut berarti tidak memiliki masalah di kemudian hari. Ada juga permasalahan yang timbul baik dari pihak asuransi maupun dari pihak pemilik asuransi tersebut. Tetapi jangan kuatir, permasalahan yang umum terjadi ini sebenarnya bisa diatasi atau bahkan dihindari sebelum terjadi. Nah mari kita belajar dari pengalaman masalah umum asuransi karyawan yang banyak terjadi sehingga kita bisa mengjindarinya kelak.

Klaim Ditolak

Klaim ditolak menjadi masalah umum asuransi karyawan bahkan juga untuk asurnasi umum yang bukan asuransi karyawan. Permasasalahan ini bisa terjadi karena beberapa latar belakang yakni yang pertama adalah dari pemilik asuransi itu sendiri. Apakah klaim asuransi yang diajukan sesuai dengan polis yang dimiliki? Jika iya pasti akan ada proses lebih lanjut atas klaim tersebut. Namun apabila tidak maka wajar apabila ditolak. Apabila terjadi perselisihan untuk polis asuransi tersebut, pihak asuransi dan nasabah bisa menyeselesaikannya di lembaga khusus untuk menyelesaikan permasalahan ini.

Masalah umum asuransi karyawan yang membuat klaim ditolak adalah salah satunya dari pihak asuransi itu sendiri. Ada masa dimana pihak asuransi mengalami permasalahan finansial dan ketika hal tersebut terjadi akan ada kemungkinan klaim anda akan ditolak. Hanya saja bukan berarti tidak ada penyelesaian namun akan menunggu sedikit lebih lama daripada klaim pada umumnya.

Baca juga: Manfaat Jangka Panjang Asuransi

Premi Macet

Masalah umum asuransi karyawan yang seringkali terjadi adalah premi macet. Premi sangat dibutuhkan oleh pihak asuransi untuk diinvestasikan sehingga menjadi keuntungan bersama antara pihak asuransi dan juga pihak nasabah. Tanpa adanya asuransi, hal ini bisa mempengaruhi pendanaan investasi dari asuransi tersebut dan masalah bagi nasabah juga bisa terjadi seperti oembekuan jaminan hingga pemutusan hubungan kerjasama antara pihak asuransi dan nasabah.

Masalah umum asuransi karyawan ini bisa dihindari dengan manajemen keuangan yang baik oleh pihak karyawan. Manajemen uang yang baik tersebut juga harus diawali dengan pemilihan jumlah premi asuransi yang tidak jauh diatas kemampuan finansial dari karyawan. Setidaknya jumlah premi yang dibayarkan pada pihak asuransi adalah 20% dari jumlah oendapatan setiap bulannya. Jika lebih besar daripada itu dikhawatirkan pembayaran preni akan menjadi berat dan tidak lancar sehingga berdampak pada dua pihak.

Jaminan Dibekukan

Masalahan umum asuransi karyawan lainnya adalah jaminan perlindungan yang dibekukan. Hal ini adalah akibat dari pembayaran premi yang melebihi jatuh tempo. Kerugian atas pembayaran premi yang telat ini dirasakan lebih buruk bagi pemilik asuransi. Alasannya ketika premi sudah dibayarkan pun, pemilik asuransi belum dapat melakukan klaim karena jaminannya belum aktif kembali. Jaminan akan aktif kembali setelah masa tertentu yang diatur dalam polis asuransi.

Cara untuk menghindari masalah umum asuransi karyawan yang satu ini juga sama dengan cara di poin sebelumnya yakni managemen keuangan yang baik, memilih premi asuransi yang sesuai dengan kemampuan finansial agar tidak terjadi kendala dalam pembayaran di setiap bulannya.

Baca juga: Memiliki Lebih Dari Satu Asuransi, Apakah menguntungkan?

Asuransi Mencapai Limit

Masalah umum asuransi karyawan selanjutnya adalah jaminan yang diberikan oleh pihak asuransi tidak mampu emncakup seluruh pembiayaan atas kerugian yang dialami oleh pemilik asuransi. Hal ini sebenarnya sudah tercantum dalam polis asuransi yang disebut sebagai limit asuransi atau sejauh mana asuransi bisa membantu pembiayaan atau membayarkan pertanggungan pada nasabah.

Masalah umum asuransi karyawan yang tidak bisa mencakup pembiayaan terkait dengan biaya yang jauh melebihi biaya pertanggungan bisa dihindari dengan memilih skema atau yang disebut sebagai plafond yang lebih besar. Dengan demikian anda tidak perlu khawatir apabila ada pembiayaan yang besar.