Kalau kita membahas soal kecelakaan kerja atau kecelakaan diri memang satu hal yang akan terbayang di benak kita pertama kali yaitu asuransi. Ya, asuransi kecelakaan kerja atau kecelakaan diri biasanya dijadikan sebagai suatu proteksi tentang biaya pengobatan dan juga biaya perawatan tenaga kerja akibat kecelakaan kerja itu sendiri.

Akan tetapi jika Anda adalah seorang karyawan dari sebuah perusahaan, maka tentu saja Anda juga memiliki kewajiban atas suatu pemilikan asuransi tenaga kerja sebagai suatu langkah proteksi atas keselamatan kecelakaan kerja selama berada di lingkungan kerja. Dan sebenarnya ada beberapa istilah asuransi yang juga mungkin orang sering tertukar atau kemungkinan orang salah dalam memahaminya. Misalkan saja asuransi kecelakaan diri dan asuransi tenaga kerja yang biasanya masyarakat menganggap keduanya sama. Padahal sebenarnya tidaklah mutlak demikian.

Lalu jika kondisinya cacat akibat kecelakaan kerja, asuransi apa saja yang nantinya akan Anda dapatkan?

Asuransi Jika Cacat Akibat Kecelakaan Kerja
Sebelum kita akan bahas tentang asuransi jika cacat akibat kecelakaan kerja, ada baiknya kita juga membahas tentang aturan atau ketentuannya. Ada beberapa aspek yang juga perlu Anda tahu tentang cacat akibat kecelakaan kerja diantaranya yaitu :

• Cacat sebagian untuk selamanya. Maksudnya adalah cacat yang dapat mengakibatkan hilangnya sebagian atau beberapa bagian dari fungsi anggota tubuh.
• Cacat kekurangan fungsi. Maksudnya adalah cacat yang akan dapat mengakibatkan berkurangnya fungsi sebagian atau beberapa bagian dari fungsi anggota tubuh untuk selama – lamanya.
• Cacat total untuk selamanya. Maksudnya adalah kondisi tenaga kerja yang tidak mampu bekerja sama sekali untuk selama – lamanya.

Ketika seorang pekerja mengalami kondisi cacat sebagian, nantinya para pekerja berhak untuk mendapatkan santunan cacat sebagian (cacat anatomis) untuk selamanya. Untuk santunan cacat anatomis atau sebagian untuk selamanya ini diberlakukan santunan kepada tenaga kerja jika akibat dari kecelakaan kerja, tenaga kerja mengalami cacat sebagian dimana bagian dari anggota tubuhnya kemudian hilang.

Bagaimana dengan aturan tentang santunan cacat akibat kecelakaan kerja? Adakah ketentuan tertentu yang diberikan? Sebenarnya soal besaran santunan kecelakaan kerja yang akan diberikan kepada Anda sebagai karyawan memang pastinya berbeda, dan semua ini juga sebenarnya tergantung atas perusahaan penyedia asuransi yang dipakai.

Misalkan jika kondisinya perusahaan tempat Anda bekerja telah menggunakan jasa BPJS kesehatan, apabila memang terjadi suatu kecelakaan kerja pengusaha wajib mengisi form BPJS ketenagakerjaan 3 dan mengirimkan kepada pihak BPJS ketenagakerjaan tidak lebih dari 2 x 24 jam yang terhitung sejak terjadinya kecelakaan.

Kalau memang nantinya tenaga kerja dinyatakan sembuh atau bahkan meninggal dunia oleh dokter yang merawat, nantinya pengusaha wajib untuk mengisi form 3a dan kemudian selanjutnya dikirim kepada pihak BPJS ketenagakerjaan tidak lebih dari 2 x 24 jam sejak tenaga kerja dinyatakan sembuh atau meninggal.

Kemudian selanjutnya BPJS ketenagakerjaan akan menghitung dan membayar santunan atau juga ganti rugi kecelakaan kerja yang akan menjadi hak bagi tenaga kerja atau ahli waris. Nantinya form BPJS ketenagakerjaan 3a ini memiliki fungsi sebagai pengajuan permintaan pembayaran jaminan disertai dengan beberapa bukti diantaranya :

• Fotocopy kartu peserta (KJP)
• Surat keterangan dokter yang merawat dalam bentuk form BPJS Ketenagakerjaan 3b atau 3c
• Kuitansi biaya pengobatan dan perawatan serta juga kwitansi pengangkutan.

Itulah sedikit prosedur atau aturan – aturan yang akan dikenakan oleh BPJS tentang Asuransi Jika Cacat Akibat Kecelakaan Kerja. Semoga menjadi informasi yang bermanfaat dan menginspirasi Anda.

Written by 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *