Memiliki sebuah asuransi memang akan menambah pengeluaran anda setiap bulannya atau menambah pengeluaran untuk jangka waktu tertentu. Namun apakah benar aplikasi menjadi beban pengeluaran? Sebenarnya hal tersebut hanyalah mitos atau salah perencanaan yang menyebabkan asuransi menjadi beban pengeluaran di setiap bulannya. Namun dengan cara yang benar dan strategi yang tepat, asurani tidak akan menjadi beban bagi pengeluaran anda. Berikut ini ulasan dari beberapa alasan yang mendukung.

Investasi

Dengan mendengar kata investasi maka anda akan memikirkan hasil apa yang akan didapatkan setelahnya. Hal ini juga sama dengan asuransi dimana dikatakan asuransi menjadi beban pengeluaran. Kewajiban pemiliki asuransi adalah membayar sejumlah premi dalam jangka waktu tertentu. Bisa setiap bulannya, setiap semester, setiap tahunnya dan waktu tertentu. Premi yang kita bayarkan kepada pihak asuransi akan menjadi modal bagi investasi kita kedepannya. Sehingga sebenarnya apa yang kita berikan bukanlah hal yang sia sia, melainkan sesuatu yang akan kita rasakan manfaatnya.

Lalu sebesar apa manfaatnya sehingga tidak benar jika asuransi menjadi beban pengeluaran? Manfaatnya tentu saja sebesar apa yang tertulis dalam polis asuransi. Yang menjadi manfaat bahkan lebih besar daripada yang kita bayarkan kepada pihak asuransi karena premi yang telah kita setorkan diinvestasikan sehingga hasilnya akan kita dapatkan dalam bentuk misalnya pelayanan atau perawatan kesehatan, biaya pengobatan, biaya pertanggungan kematian dan lain lain. biaya tersebut jika anda hitung hitung kembali, maka kemungkinan besar lebih besar daripada yang anda bayarkan melalui premi.

Beban Pengeluaran

Meskipun asuransi dikatakan sebagai salah satu bentuk investasi, namun ada beberapa persyaratan klaim yang tercantum dalam polis asuransi. Dan apabila kejadian yang menimpa anda tidak tercakup dalam perlindungan maka anda tidak bisa melakukan klaim. Namun apakah hal itu berarti menjadi sebuah beban bagi anda? Jawabannya bisa saja iya. Asuransi menjadi beban pengeluaran apabila anda tidak merencanakan dengan baik pengeluaran anda setiap bulannya.

Premi asuransi yang disarankan untuk diambil adalah tidak lebih dari 20 persen dari pendapatan anda. Apabila anda mengambil premi dengan jumlah melebihi 20 persen pendapatan anda, hal itu mungkin benar bahwa asuransi menjadi beban pengeluaran anda setiap bulannya. Meskipun hasil dari investasi dari premi yang lebih besar juga akan lebih besar, namun apabila anda tidak mempertimbangkannya atau tidak melakukan perhitungan secara matang maka anda akan mengalami kesulitan di masa sekarang meskipun di masa depan anda memiliki jaminan dari asuransi.

Baca juga: 5 Hal Yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Berasuransi, Jangan Sampai Merugikan Diri Anda

Kenali Pengeluaran Anda

Karena memang asuransi menjadi sebuah pengeluaran tambahan untuk anda, maka kenali pengeluaran anda baik baik dan lakukan perencanaan yang baik pula untuk menghindari asuransi menjadi beban pengeluaran. Dengan memiliki asuransi bukan berarti anda tidak boleh untuk menabung, namun perencanaan anda untuk keuangan anda setiap bulannya harus jelas dan mampu mengcover segala kebutuhan anda.

Dalam menghindari asuransi menjadi beban pengeluaran, pilihlah premi asuransi yang sesuai dengan kemampuan finansial anda. Batasan 20% tadi hanyalah batasan agar anda bisa menganggarkan biaya lainnya seperti untuk menabung dan memenuhi kebutuhan anda lainnya. Namun apabila anda memiliki penghasilan dimana 20% dari penghasilan anda terbilang berjumlah besar, maka anda bisa membeli asuransi dengan jumlah premi sesuai dengan hasil atau manfaat asuransi yang akan anda dapatkan nantina. Bijak dalam mengatur investasi anda agar investasi tidak menjadi beban dalam pengeluaran anda setiap bulannya.

Baca juga: Memahami Asuransi Jiwa, Menjaga Masa Depan Keluarga

Related Post

Written by 

One thought on “Asuransi Menjadi Beban Pengeluaran, Benarkah?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *