Didalam Program Asuransi BPJS Ketenagakerjaan banyak sekali benefit asuransi yang bisa pekerja miliki, sebenar nya apa sih asuransi BPJS Ketenagakerjaan dan apa saja manfaat nya untuk pekerja.

Asuransi BPJS Ketenagakerjaan sendiri merupakan jaminan sosial dan proteksi perlindungan bagi pekerja yang berada di Indonesia dan biasa nya para pekerja wajib memiliki Asuransi BPJS yang di koordinir oleh pemberi kerja atau perusahaan dimana dia bekerja.

Program Asuransi BPJS Ketenagakerjaan meliputi;

  • Jaminan Hari Tua

Kartu Peserta JHT

Pada program ini kepesertaan bersifat wajib sesuai dengan penahapan kepesertaan, cara pendaftaran pada program ini melalui kolektif melalui perusahaan dimana pekerja bekerja dan apabila perusahaan lalai pekerja dapat mendaftarkan secara langsung dengan melengkapi persyaratan – persyaratan yang harus dipenuhui diantara nya : Perjanjian kerja karyawan, KTP & Kartu Keluarga. Setelah itu pekerja akan memiliki No Kepesertaan setelah dokument lengkap diterima dan iuran pertama nya sudah diteriam BPJS Ketenagakerjaan dan Kartu nya biasa nya akan terbit setelah 7 hari kerja.

Apbila pekerja pindah kerja maka peserta wajib meneruskan kepsertaan dengan menginformasikan JHT nya yang lama keperusahaan baru nya tempat bekerja. Sedangkan untuk besaran iuran JHT ini sebesar 5,7% dari upah dengan rincian 2% dari pekerja dan 3,7% nya dari pemberi kerja atau perusahaan dan pembayaran iuran ini paling lambat diterima sebelum setiap tanggal 15 pada bulan berikut nya.

Sedangkan manfaat JHT itu sendiri adalah memberikan berupa uang tunai yang besarnya merupakan akumulasi iuaran ditambah dengan hasil pengembangan yang dibayarkan secara sekaligus pada peserta pada saat usia 56 tahun atau peserta meninggal dunia sebelum usia tersebut atau peserta mengalami cacat tetap total sebelum usia 56 tahun.

  • Jaminan Kecelakaan Kerja

Program Jaminan Kecelakaan Kerja memberikan perlindungan atas risiko-risiko kecelakaan yang terjadi dalam hubungan kerja, termasuk kecelakaan yang terjadi dalam perjalanan dari rumah menuju tempat kerja atau sebaliknya dan penyakit yang disebabkan oleh lingkungan kerja.

Iuran pada program jaminan kecelakaan kerja ini dibayarkan oleh pemberi kerja atau perusahaan yang mana dasar perhitungan nya pada tingkat resiko lingkungan kerja yang mana besaran iuran nya akan di evaluasi paling lama setiap 2 tahun sekali berdasar tingkat resiko seperti tabel dibawah ini :

Iuran Program Jaminan Kecelakaan Kerja. Source http://www.bpjsketenagakerjaan.go.id
  • Jaminan Kematian

Pada program Jaminan Kematian ini pemberian sebuah uang pertanggungan yang diberikan kepada ahli waris pekerja ketiga peserta meninggal dunia yang disebabkan oleh bukan kecelakaan kerja. Untuk iuran JKM ini sendiri sebesar 0,30% dari gaji atau upah sebulan.

Pemberian besaran santunan duka akan dapt diberikan apabila status JKM nya masih aktif yang terdiri dari :

  1. Santunan sekaligus Rp. 16.200.000,-
  2. Santunan berkala 24 X Rp. 200.000,- atau sama dengan Rp. 4.800.000,- yang dibayarkan sekaligus
  3. Biaya Pemakaman sebesar Rp. 3.000.000,-
  4. Beasiswa pendidikan anak dari peserta/pekerja yang meninggal dunia karena bukan karena kecelakaan kerja dan telah memiliki masa pembayaran iuran paling sedikit 5 tahun yang akan diberikan santunan beasiswa pendidikan nya sebesar Rp. 12.000.000,- untuk setiap peserta.

Baca Juga : Asuransi Kesehatan Karyawan untuk Manager Perusahaan

  • Jaminan Pensiun

Pada Jaminan Pensiun ini konsepnya hampir sama dengan Jaminan Hari Tua hanya bedanya adalah pada pemberian manfaatnya saja, kalau pada Jaminan Pensiun diberikan secara berkala atau setiap bulan kepada peserta yang telah memasuki usia pensiun 56 tahunakan tetapi pada Jaminan Hari Tua diberikan sekaligus pada masa akhir pertanggungan.

Untuk iuran nya sendiri adalah sebesar 3% yang mana 3% ini terdiri dari 2% dari perusahaan dan 1 % dari pekerja itu sendiri, selain itu jenis Jaminan Pensiun ini pun dibedakan jenis nya yaitu;

*Manfaat Pensiun Hari Tua (MPHT)*

Berupa Uang tunai bulanan yang diberikan kepada peserta (yang memenuhi masa iuran minimum 15 tahun yang setara dengan 180 bulan) saat memasuki usia pensiun sampai dengan meninggal dunia;

*Manfaat Pensiun Cacat (MPC)*

Berupa Uang tunai bulanan yang diberikan kepada peserta (kejadian yang menyebabkan cacat total tetap terjadi paling sedikit 1 bulan menjadi peserta dan density rate minimal 80%) yang mengalami cacat total tetap akibat kecelakaan tidak dapat bekerja kembali atau akibat penyakit sampai meninggal dunia. Manfaat pensiun cacat ini diberikan sampai dengan meninggal dunia atau peserta bekerja kembali;

*Manfaat Pensiun Janda/Duda (MPJD)*

Berupa Uang tunai bulanan yang diberikan kepada janda/duda yang menjadi ahli waris (terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan) sampai dengan meninggal dunia atau menikah lagi, dengan kondisi peserta:

  • meninggal dunia bila masa iur kurang dari 15 tahun, dimana masa iur yang digunakan dalam menghitung manfaat adalah 15 tahun dengan ketentuan memenuhi minimal 1 tahun kepesertaan dan density rate 80% atau
  • meninggal dunia pada saat memperoleh manfaat pensiun MPHT

*Manfaat Pensiun Anak (MPA)*

Berupa Uang tunai bulanan yang diberikan kepada anak yang menjadi ahli waris peserta (maksimal 2 orang anak yang didaftarkan pada program pensiun) sampai dengan usia anak mencapai usia 23 (dua puluh tiga) tahun, atau bekerja, atau menikah dengan kondisi peserta;

  • meninggal dunia sebelum masa usia pensiun bila masa iur kurang dari 15 tahun, masa iur yang digunakan dalam menghitung manfaat adalah 15 tahun dengan ketentuan minimal kepesertaan 1 tahun dan memenuhi density rate 80% dan tidak memiliki ahli waris janda/duda atau
  • meninggal dunia pada saat memperoleh manfaat pensiun MPHT dan tidak memiliki ahli waris janda/duda atau
  • Janda/duda yang memperoleh manfaat pensiun MPHT meninggal dunia.

*Manfaat Pensiun Orang Tua (MPOT)*

Manfaat yang diberikan kepada orang tua (bapak / ibu) yang menjadi ahli waris peserta lajang, bila masa iur peserta lajang kurang dari 15 tahun, masa iur yang digunakan dalam menghitung manfaat adalah 15 tahun dengan ketentuan memenuhi minimal kepesertaan 1 tahun dan memenuhi density rate 80%.

*Manfaat Lumpsum*

Peserta tidak berhak atas manfaat pensiun bulanan, akan tetapi berhak mendapatkan manfaat berupa akumulasi iurannya ditambah hasil pengembangannya apabila:

  • Peserta memasuki Usia Pensiun dan tidak memenuhi masa iur minimum 15 tahun
  • Mengalami cacat total tetap dan tidak memenuhi kejadian cacat setelah minimal 1 bulan menjadi peserta dan minimal density rate 80%.
  • Peserta meninggal dunia dan tidak memenuhi masa kepesertaan minimal 1 tahun menjadi peserta dan minimal density rate 80%.
  • Jasa Kontruksi
  • Bukan Penerima Upah

Demikian manfaat dari asuransi BPJS Ketenagakerjaan yang bisa anda pelajari yang telah kami rangkum dari sumber www.bpjsketenagakerjaan.go.id dan apabila anda menginginkan manfaat yang lebih anda bisa juga memiliki asuransi kesehatan dari perusahaan swasta.

WhatsApp chat